Unduh PDF
Detektor Neutron Mandiri Telah digunakan secara efektif sebagai monitor fluks di dalam inti reaktor tenaga nuklir di seluruh dunia. Sifat dasar sensor radiasi ini meliputi karakteristik nuklir, listrik, dan mekanik. Pemilihan emitor detektor mandiri yang tepat untuk memberikan waktu respons dan sensitivitas radiasi yang diinginkan untuk digunakan dalam sistem pemantauan radiasi di dalam inti reaktor sangat penting.
SPND dapat berupa berbagai jenis. SPND tipe inconel yang umum adalah... kabel koaksial Terdiri dari elektroda dalam dari inconel (pemancar), dikelilingi oleh isolasi dan elektroda luar dari inconel (kolektor). Sebaiknya, bagian kabel penghantar dan detektor terintegrasi, yaitu kawat sinyal dari kabel penghantar terhubung langsung ke pemancar; isolasi kedua bagian tersebut identik dan kolektor bagian detektor juga merupakan selubung luar dari bagian kabel penghantar. Pada Detektor Neutron Mandiri (SPND), interaksi neutron dan inti atom digunakan untuk menghasilkan arus yang sebanding dengan laju fluks neutron.

Penerapan SPND:
- Digunakan untuk pengukuran fluks inti di Nuklir
- Desain SPND kokoh, sederhana, fleksibel dan tahan lama.
- Ini digunakan untuk fluks tinggi-tinggi
- Indikasi atau
- Digunakan untuk pemetaan atau permanen
Keuntungan SPND:
- SPND tidak memerlukan daya
- Struktur SPND sederhana dan
- SPND memiliki ukuran mekanis kecil yang diinginkan untuk in-core
- Stabilitas SPND baik pada suhu dan tekanan
- SPND menghasilkan linier yang dapat direproduksi
Spesifikasi Teknis Inconel tipe SPND:
Untuk Detektor:
| Bahan Pemancar | Inconel 600 |
| Diameter Emitor | 1,40 mm2 |
| Panjang Sensitif | Dapat dibuat sesuai permintaan |
| Isolator | MgO |
| Bahan Kolektor | Inconel 600 |
| Diameter Luar Detektor | 3,00 mm2 |
Untuk Kabel:
| Panjang Kabel | Bisa dibuat sesuai permintaan |
| Isolator | MgO |
| Bahan Sarung | Inconel 600 |
| Diameter Luar Kabel | 1,60 mm |
Karakteristik:
| Kuantitas Terukur | Fluks Neutron |
| Resistansi isolasi (pada suhu ruangan) | ≥ 1X1012 Ώ pada 250 VDC |
| Resistansi Isolasi (pada suhu 300°C) | ≥ 5X108 Ώ pada 250 VDC |





